Penerbit Buku Islam Rahmatan - Pustaka Azzam
“Sesungguhnya sejelek-jeleknya binatang di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (dalam menerima kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak berakal.” (QS. Al-Anfal : 22)
Categories
News
26 Februari 2019
Islamic Book Fair Jakarta 2019
Hadir dan nikmatilah diskon diskon dari Pustaka Azzam di IBF Jakarta yang akan digelar pada 27 Februari - 3 Maret 2019. detail

23 April 2018
Tokopedia Pustaka Azzam
Pustaka Azzam hadir untuk Anda di Tokopedia, nikmati diskon-diskon specialnya, hanya di https://www.tokopedia.com/pustakaazzamm detail

» index berita
Newsletter
Testimonial
Geofani
Alhamdulillah bukunya cepat sekali sampainya, pesan kemarin kemudian hari esoknya langsung sampai.

Rusliansyah
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillah, akhirnya siyar a'lam an-nubala' edisi lengkap (24 jld) telah seluruhnya di-laundhing. Dan, Insya Allah akan disusul madarijus-salikin edisi lengkap (7 jilid), y... detail

jaenal
Moga kebaikan selalu menyertai pustaka azzam yang sudah banyak berjasa dalam penerjemahan kitab-kitab ulama salaf, mohon kalo bisa terjemah juga kitab al muwafaqot imam assyatibi, kitab ini sangat ber... detail

Rusliansyah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Buku-buku karangan Ibnul Jauzi dan Ibnu Al-Qayyim sangat bagus untuk tazkiyatun-nafs sesuai dengan manhaj salaf. Mohon kiranya dapat diterjemahkan buku-b... detail

Dewa. N
Assalamu\'alaikum. Mohon Pustaka Azzam terjemahkan kitab al Maudhu\'aat karangan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, berisi tentang hadits-hadits palsu yang banyak dipakai kaum Muslim. Saya perhatikan k... detail

Nuruddin
Assalamualaikum wr wb Saya minta di terjemahkan kitab mughni al muhtaj oleh syaikh ahmad khotib asy syarbini / kitab ianatuth tholibin oleh abu bakr asy syata sebab kitab tsb ssngat banyak di cari ol... detail

Fajar Syam
Bismillahirahmanirahim Pustaka azzam sangat menolong sekali bagi para penuntut ilmu dinusantara ini yang tdk terlalu mahir berbahasa arab seperti saya. Terima kasih sdh menterejemahkan buku buku Is... detail

Rangga Buana
Saya berharap pada Allāh Ta\'ala agarr pustaka azzam dapat menyelesaikan terjemahan2n bukunya yg belum selesai. Dan saran jangan dulu beralih ke buku yg lain bila buku sebelumnya belum selesai... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial
berhasil ditambahkan ke keranjang.

»

#1 of 12 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Al Mustadrak jilid 1

Price Rp 189.000 Beli
Diskon Azzam
  • Diskon 15% dari total transaksi *

* dengan pembelian produk apapun minimal 1 Item(s)

Kitab Al Mustadrak karya Al Hakim telah menimbulkan perdebatan ketika Al Hakim mengaku telah mengoreksi Al Bukhari dan Muslim dalam hampir 9000 hadits yang seharusnya dinukil keduanya dalam kitab Shahih-nya, karena hadits-hadits tersebut sesuai syarat (kriteria) keduanya atau salah satunya, atau memiliki sanad yang shahih, tetapi tidak memenuhi kriteria salah satu dari keduanya.

 

Syarat (Kriteria) Al Bukhari dan Muslim

Imam Nawawi berkata, “Maksud perkataan para muhaddits, 'sesuai syarat (kriteria) keduanya atau salah satunya', adalah bahwa para periwayat sanad tersebut terdapat dalam kitab Al Bukhari dan Muslim atau salah satunya, karena keduanya tidak memiliki (tidak menetapkan) syarat dalam kitab keduanya dan tidak pula dalam selain kitab keduanya.”

 

Kitab Al Mustadrak dalam Timbangan

            Jika kita melihat kitab Al Mustadrak secara umum, maka akan mendapatkan bahwa Al Hakim terlalu mudah dalam menilai “shahih” hadits-hadits yang tidak shahih.

Adz-Dzahabi berkata, “Dalam kitab Al Mustadrak terdapat banyak hadits yang sesuai kriteria Al Bukhari dan Muslim atau salah satunya. Jumlahnya sekitar separuh dari isi kitab. Seperempatnya memiliki sanad yang shahih, sedangkan sisanya (seperempat lagi) merupakan hadits-hadits munkar yang lemah dan tidak shahih, yang sebagiannya maudhu’.”

Ini merupakan hal yang mengherankan, karena Al Hakim termasuk salah seorang ahli hadits yang brilian di bidangnya. Ada yang berkata, "Hal itu disebabkan bahwa dia menulisnya pada akhir masa hidupnya, yang saat itu dia sudah agak pelupa."

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Al Hakim bersikap menggampangkan karena dia mengkonsep kitab tersebut untuk diralat kemudian, tetapi dia meninggal sebelum sempat meralat dan membetulkannya.”

Banyak periwayat hadits yang berkata, “Sesungguhnya sikap Al Hakim yang menyendiri dari para Imam hadits dalam men-shahih-kan suatu hadits perlu dikaji, sehingga dapat diketahui mana yang shahih, hasan, dan dha'if.”[1]

 

Metode tahqiq Kitab Al Mustadrak

Seperti diketahui, kitab Al Mustadrak ini dicetak di percetakan Da`irah Al Ma’arif An-Nizhamiyah, di Hyderabad Dakan, India. Pada halaman pingirnya dicantumkan kitab Talkhish Al Mustadrak karya Imam Adz-Dzahabi.

Pada mulanya aku ingin kitab At-Talkhish tetap berada di pinggir halaman Al Mustadrak, tetapi aku berubah pikiran agar tidak terkesan dobel dan pengulangan yang tidak bermanfaat, karena Adz-Dzahabi menyusun kitabnya seperti kitab tersendiri, lalu dia memberikan komentar terhadap setiap hadits, baik pembenaran terhadap hadits yang sudah dinilai shahih oleh Al Hakim, atau komentar yang menolaknya. Oleh karena itu, tidak perlu menampilkan kitab At-Talkhish secara penuh di pinggir halaman Al Mustadrak.

Hal terpenting bagi kami adalah meletakkan setiap komentar Adz-Dzahabi pada setiap hadits. Kami memilih metode ini, agar kitabnya tidak terlalu tebal.

Adapun metode tahqiq kitab ini adalah:

1.        Mengomparasikan kitab yang telah dicetak dengan manuskrip-manuskrip yang akan kami sebutkan, menyempurnakan kekurangan yang ada dalam kitab yang tercetak, dan membenarkan kesalahannya.

2.        Memberi nomor urut untuk setiap hadits, serta nomor khusus untuk setiap kitab (pembahasan).

3.        Memberi nomor jilid dan halaman yang terdapat pada cetakan sebelumnya untuk menggabungkan cetakan lama dengan cetakan ini. Juga untuk manfaat yang lain bagi peneliti.

4.        Menyertakan ringkasan perkataan Adz-Dzahabi dalam At-Talkhish untuk setiap hadits, tepatnya pada catatan kaki (foot note). Kami juga menyertakan perkataan Al Munawi dalam kitab Faidh Al Qadir, serta komentarnya terhadap apa yang kami temukan dalam kitab Al Jami’ Ash-Shaghir, dan Al Mustadrak. Perkataan Al Munawi dan komentar Adz-Dzahabi memuat komentar lain untuk Imam Al Iraqi dalam kitabnya Al Amali.

5.        Adapun hadits yang tidak dikomentari Adz-Dzahabi, maka kami berusaha semampunya untuk meneliti para periwayat dalam sanadnya. Kami juga menulis komentar Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Mizan Al I’tidal tentang kritik terhadap periwayat tertentu jika terdapat dalam sanadnya.

6.        Kami menulis mukaddimah ini, yang berisi penjelasan tentang biografi Al Hakim dan Adz-Dzahabi, serta memperkenalkan kitab ini dan metode tahqiq yang digunakan.

7.        Membuatkan daftar isi penting untuk kitab ini, yang akan kami jelaskan.

Akhirnya, hanya kepada Allah aku berharap upaya yang ikhlas dan semata-mata karena-Nya, dapat bermanfaat bagi para penuntut ilmu yang menekuni hadits Nabi SAW. Semoga Allah mengampuni kesalahanku dan memberi pahala atas kebenaran yang aku berikan. Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya. Akhir doa kami adalah, segala puji bagi Allah, Tuhan seru semesta alam.

 

                                                Mushthafa Abdul Qadir Atha'


[1]     Tarikh Funun Al Hadits karya Muhammad Abdul Aziz Al Khauli, hal. 98, cet. Dar Al Qalam.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar viii
SHALAT
JUM’AT
SHALAT ID (IDUL FITHRI & IDUL ADHA)
WITIR
SHALAT SUNNAH 449
SUJUD SAHWI 503
SHALAT ISTISQA‘ 517
SHALAT KUSUF (GERHANA) 531
SHALAT KHAUF 551
JENAZAH 565
ZAKAT 741
DAFTAR ISTILAH 755

Search
Search:
Login
Shopping Cart
shopping cart
Product Scroller
Information
Pembayaran


Others
free counters

© 1997 Pustaka Azzam - Penerbit Buku Islam Rahmatan

Indonesia Islamic Books Store


Toko Online